LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), menurut saya ldks itu sangat membantu saya membangun dan melatih mental saya untuk kehidupan di masa depan saya. Kita diajarkan untuk menjadi disiplin, konsisten, dan melatih jiwa jiwa kepemimpinan kita. Yang meskipun kegiatan ldks ini seperti disiksa, sepertinya sangat menderita. Menurut saya pendapat itu salah. Memang awalnya seperti itu namun, jika kita sudah terlatih dan terbiasa maka kegiatan ldks ini tidak seperti di siksa lagi. Di ldks ini kita tidak hanya dilatih kedisiplinan dan kepemimpinan, kita juga di latih tentang pertemanan kita, dilatih kekeluargaan layaknya paguyuban. Memang seperti disiksa, namun ambil positifnya. Mungkin kita tidak merasakan manfaatnya untuk sekarang ini, namun percayalah bahwa suatu saat nanti, di masa depan kita akan merasakan manfaatnya. Cepat atau lambat percayalah.
Makasih udah baca
Bintang Attalah's blog, Just make it possible
Selasa, 30 Oktober 2018
Selasa, 23 Oktober 2018
Generasi z bersumpah pemuda
Generasi z adalah generasi yg lahir pada tahun 90an sampai pertengahan 2000an
Generasi z memperingati hari sumpah pemuda yang tepatnya pada tanggal 28 oktober dengan cara mengikuti upacara bendera di sekolah atau sekitar lingkungan rumah. Generasi z harus lebih nasionalisme karna Indonesia bersaing dengan negara negara lain di dunia maya maupin dunia nyata.
Kita sebagai generasi z harus mampu menyaingi negara lain yang ada, karna sekarang sudah zaman elektronik. Segala teknologi telah tersedia sekarang, namun kita tidak boleh terpaku dengan perkembangan teknologi ini. meskipun teknologi di Indonesia tidak se maju di negara negara lain, namun rasa nasionalisme kita harus tetap ada dan harus ditumbuhkan dalam jiwa pemuda pemuda yang sudah kecanduan dengan gawai masing masing.
Memang sulit untuk menumbuhkan bibir bibit nasionalisme dalam jiwa mereka tetapi kita harus berusaha.
Cukup dengan ikut upacara bendera secara tertib saja sudah merupakan wujud rasa cinta kita kepada tanah air Indonesia ini
Generasi z memperingati hari sumpah pemuda yang tepatnya pada tanggal 28 oktober dengan cara mengikuti upacara bendera di sekolah atau sekitar lingkungan rumah. Generasi z harus lebih nasionalisme karna Indonesia bersaing dengan negara negara lain di dunia maya maupin dunia nyata.
Kita sebagai generasi z harus mampu menyaingi negara lain yang ada, karna sekarang sudah zaman elektronik. Segala teknologi telah tersedia sekarang, namun kita tidak boleh terpaku dengan perkembangan teknologi ini. meskipun teknologi di Indonesia tidak se maju di negara negara lain, namun rasa nasionalisme kita harus tetap ada dan harus ditumbuhkan dalam jiwa pemuda pemuda yang sudah kecanduan dengan gawai masing masing.
Memang sulit untuk menumbuhkan bibir bibit nasionalisme dalam jiwa mereka tetapi kita harus berusaha.
Cukup dengan ikut upacara bendera secara tertib saja sudah merupakan wujud rasa cinta kita kepada tanah air Indonesia ini
Rabu, 17 Oktober 2018
Sinar penerang hatiku
Namanya Lula, Lula Hanifah. Dia teman sekelasku. Dia bisa disebut multitalent karna memang dia dari kecil sudah mengembangkan potensi dirinya. Kami adalah siswa kelas X jurusan IPA di salah satu sekolah yang sangat terkenal di daerah kami ini. Terkenal karna kecerdasan dan prestasi yang melebihi dari sebuah gudang serta para alumni yang sukses besar. Namaku Dicky Alwiansyah Putra, biasa dipanggil Dicky oleh teman teman sejenisku. Aku menjalani hari hari di sekolahku seperti biasa saja, tanpa adamya kendala apapun, maksud dari kendala disini adalah masalah masalah atau pikiran pikiran tentang sesuatu yang menarik diriku untuk mengetahuinya lebih dalam lagi. Aku sering menghabiskan jam kosong dengan bermain game bersama teman temanku, terkadang juga kami saling bertukar pengalaman lucu yaa meskipun diriku tidak dapat memproduksi unsur unsur humor dan semacamnya atau bahasa sekarangnya adalah receh. Tidak hanya para lelaki yang asik, namun para perempuan di kelasku ini pun juga berbeda asiknya. Terkadang ketika kami sedang bercerita, kelompok perempuan pun terkadang ikut tertawa bersama , sehingga sesama satu kelas kita ini makin dekat, hubungan satu keas kami ini makin rapat. Kami melakukan ini semenjak awal bulan pelajaran, namun di bulan ke 5 ini aku merasa seperti ada yang aneh. Seperti perubahan sikap sikap para siswa di kelasku. Namun....
To be continued
Wait for the next part:)
To be continued
Wait for the next part:)
Rabu, 10 Oktober 2018
Karma sang Rubah
Suatu kali, ada seekor kucing dan seekor
rubah yang melakukan perjalanan bersama-sama. Sambil berkelana, mereka
sama-sama berburu tikus ataupun ayam yang gemuk di sana-sini, dan setiap makan,
mereka sering mengobrol sambil berdebat. Dan terkadang perdebatan mereka
membuat salah satunya marah.
"Kamu pikir kamu pandai sekali
ya?" kata sang Rubah. "Ataukah kamu hanya sok tahu? Karena saya
merasa, saya lebih banyak mengetahui trik-trik dibandingkan kamu!"
Sang Kucing pun membalas dengan nada
marah, "Saya mengaku, saya hanya menguasai satu trik, tetapi dengan satu
trik ini, terus terang saya katakan, bernilai seribu kali lebih baik daripada
trik-trikmu!"
Tidak
berapa lama, mereka mendengarkan terompet pemburu dan gonggongan anjing
pemburu. Dalam sekejap, sang Kucing memanjat ke atas pohon dan bersembunyi di
antara daun-daunan yang lebat.
"Inilah trik saya," katanya
kepada sang Rubah. "Sekarang perlihatkan padaku trik-trikmu yang
berharga."
Walaupun sang Rubah memiliki banyak
rencana untuk meloloskan diri, ia tidak dapat menentukan rencana dan trik yang
mana akan dicobanya terlebih dahulu. Saat anjing pemburu telah dekat, ia
mencoba menghindar kesana-kemari. Kemudian ia mempercepat larinya, lalu
bersembunyi masuk ke dalam lubang, tetapi semuanya sia-sia. Anjing-anjing
pemburu itu berhasil menangkapnya.
Sejak hari itu, sang
Kucing berburu sendirian karena rubah tak lagi bersama dengannya. Sang Rubah
tidak pernah terlihat lagi semenjak kejadian tersebut.
Jadi pembelajaran
yang dapat kita teladani dari dongeng kucing dan rubah ini adalah
Satu
hal yang bersifat praktis selalu lebih berharga dibandingkan kecerdasan yang
tidak digunakan dengan baik.
Jangan
pernah sombong terhadap apa yang kita miliki, karna nanti cepat atau lambat
kita akan mendapatkan balasannya.
Rabu, 03 Oktober 2018
Tips untuk menghilangkan rasa jenuh pada pikiran anda
Untuk anda yang khususnya seperti saya, yaitu tipe orang yang selalu overthinking/berpikiran secara berlebihan, saya memiliki tips tips untuk menghilangkan pikiran pikiran yang berlebihan
Simak saja dibawah ini:
Simak saja dibawah ini:
1. Lepaskan hal
Anda tidak dapat menjaga pikiran Anda tetap jernih jika Anda membiarkan masalah tetap menumpuk. Masalah dapat memperlambat proses berpikir Anda. Lepaskan saja segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Anda. Masa lalu adalah masa lalu, Anda tidak bisa kembali, apalagi hidup disana. Jadi, jika Anda berfokus memaksimalkan hari ini untuk masa depan, Anda akan jauh lebih santai dalam menghadapi hidup Anda. Lepaskan hal-hal yang tidak penting bagi Anda. Ambil saat bersantai untuk mendinginkan pikiran Anda.
Anda tidak dapat menjaga pikiran Anda tetap jernih jika Anda membiarkan masalah tetap menumpuk. Masalah dapat memperlambat proses berpikir Anda. Lepaskan saja segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Anda. Masa lalu adalah masa lalu, Anda tidak bisa kembali, apalagi hidup disana. Jadi, jika Anda berfokus memaksimalkan hari ini untuk masa depan, Anda akan jauh lebih santai dalam menghadapi hidup Anda. Lepaskan hal-hal yang tidak penting bagi Anda. Ambil saat bersantai untuk mendinginkan pikiran Anda.
2. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan
Jika Anda tinggal di lingkungan yang menyebabkan stres, maka akan mempengaruhi pikiran dan tubuh Anda juga. Lingkungan yang dihuni orang yang suka marah dan berdebat dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Ciptakan lingkungan yang tenang untuk tetap santai. Seperti, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meditasi, atau mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran Anda. Atau, duduk dalam suasana hening untuk menenangkan indera Anda. Idealnya adalah untuk menciptakan suasana damai dalam diri sendiri, agar Anda merasa tenang dalam hidup.
Jika Anda tinggal di lingkungan yang menyebabkan stres, maka akan mempengaruhi pikiran dan tubuh Anda juga. Lingkungan yang dihuni orang yang suka marah dan berdebat dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Ciptakan lingkungan yang tenang untuk tetap santai. Seperti, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meditasi, atau mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran Anda. Atau, duduk dalam suasana hening untuk menenangkan indera Anda. Idealnya adalah untuk menciptakan suasana damai dalam diri sendiri, agar Anda merasa tenang dalam hidup.
3. Berlatihlah pernapasan
Jika kehidupan sibuk menguras energi Anda, maka Anda perlu mengambil beberapa waktu untuk berlatih meditasi. Ya, pernapasan sederhana dan meditasi membantu Anda untuk bersantai. Hanya berlatih mengatur irama napas selama lima belas sampai dua puluh menit setiap hari, itu akan membantu untuk mengurangi stres pikiran Anda agar bersantai dan tetap tenang. Jadi, meditasi adalah cara terbaik untuk menenangkan kekacauan pikiran Anda.
Jika kehidupan sibuk menguras energi Anda, maka Anda perlu mengambil beberapa waktu untuk berlatih meditasi. Ya, pernapasan sederhana dan meditasi membantu Anda untuk bersantai. Hanya berlatih mengatur irama napas selama lima belas sampai dua puluh menit setiap hari, itu akan membantu untuk mengurangi stres pikiran Anda agar bersantai dan tetap tenang. Jadi, meditasi adalah cara terbaik untuk menenangkan kekacauan pikiran Anda.
4. Alihkan pikiran Anda
Jika Anda berpikir tentang pekerjaan menumpuk sepanjang hari, maka luangkan waktu sedikit untuk mengalihkan perhatian Anda. Membaca majalah atau melakukan sesuatu yang Anda suka. Ketika pikiran Anda beralih, maka mudah membebaskan dari stres. Mengalihkan perhatian adalah cara terbaik untuk tetap tenang.
Jika Anda berpikir tentang pekerjaan menumpuk sepanjang hari, maka luangkan waktu sedikit untuk mengalihkan perhatian Anda. Membaca majalah atau melakukan sesuatu yang Anda suka. Ketika pikiran Anda beralih, maka mudah membebaskan dari stres. Mengalihkan perhatian adalah cara terbaik untuk tetap tenang.
5. Jangan berusaha meraih kesempurnaan
Bukan dalam arti harfiah, tetapi jika Anda selalu ingin menjadi sempurna dalam hal apa saja, maka terkadang dapat menyebabkan stres. Dalam upaya untuk menjadi sempurna, Anda akan membebani pikiran dan tubuh Anda. Kerjakan saja semampu Anda, tapi jangan terlalu melampaui batas kemampuan. Anda perlu untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat dari pikiran dan tubuh. Ketika Anda mampu berfokus mengerjakan pekerjaan Anda tanpa memikirkan hasil, maka prestasi dan pencapaian akan mengikuti Anda dengan sendirinya.
Bukan dalam arti harfiah, tetapi jika Anda selalu ingin menjadi sempurna dalam hal apa saja, maka terkadang dapat menyebabkan stres. Dalam upaya untuk menjadi sempurna, Anda akan membebani pikiran dan tubuh Anda. Kerjakan saja semampu Anda, tapi jangan terlalu melampaui batas kemampuan. Anda perlu untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat dari pikiran dan tubuh. Ketika Anda mampu berfokus mengerjakan pekerjaan Anda tanpa memikirkan hasil, maka prestasi dan pencapaian akan mengikuti Anda dengan sendirinya.
6. Baca kutipan positif
Apakah Anda tahu bahwa kutipan positif dapat membantu Anda untuk tetap dalam kerangka berpikir positif? Yang pada gilirannya dapat membantu pikiran Anda untuk tetap tenang dan santai. Bacalah 2-3 kutipan positif setiap hari. Mendownload aplikasi di ponsel atau membacanya di internet. Ketika pikiran Anda positif, semuanya akan terlihat positif untuk Anda.
Apakah Anda tahu bahwa kutipan positif dapat membantu Anda untuk tetap dalam kerangka berpikir positif? Yang pada gilirannya dapat membantu pikiran Anda untuk tetap tenang dan santai. Bacalah 2-3 kutipan positif setiap hari. Mendownload aplikasi di ponsel atau membacanya di internet. Ketika pikiran Anda positif, semuanya akan terlihat positif untuk Anda.
7. Lihatlah gambaran besar
Jika Anda sering terpaku menangisi hal-hal kecil dalam hidup, maka Anda perlu melihat gambaran yang lebih besar. Hidup ini terlalu singkat untuk menangisi hal-hal kecil yang sudah berlalu. Lihatlah ke depan dan menjaga pikiran Anda tetap siap untuk menghadapi segala rintangan. Jangan merasa sedih karena sesuatu yang buruk terjadi. Sebaliknya, ambillah hikmahnya bahwa Anda belajar sesuatu dari setiap situasi yang akan membantu Anda siap untuk menghadapi masa depan Anda. Jadi, itu semua tentang persepsi pikiran Anda.
Sekian tips dari saya, semoga dapat membantu dan dapat anda lakukan
Berpikiran yang berlebihan dapat menghambat kesuksesan anda nanti di masa yang akan mendatang.
Fokus kemana kamu akan pergi, bukan dimana kamu sekarang ini
Jika Anda sering terpaku menangisi hal-hal kecil dalam hidup, maka Anda perlu melihat gambaran yang lebih besar. Hidup ini terlalu singkat untuk menangisi hal-hal kecil yang sudah berlalu. Lihatlah ke depan dan menjaga pikiran Anda tetap siap untuk menghadapi segala rintangan. Jangan merasa sedih karena sesuatu yang buruk terjadi. Sebaliknya, ambillah hikmahnya bahwa Anda belajar sesuatu dari setiap situasi yang akan membantu Anda siap untuk menghadapi masa depan Anda. Jadi, itu semua tentang persepsi pikiran Anda.
Sekian tips dari saya, semoga dapat membantu dan dapat anda lakukan
Berpikiran yang berlebihan dapat menghambat kesuksesan anda nanti di masa yang akan mendatang.
Fokus kemana kamu akan pergi, bukan dimana kamu sekarang ini
Selasa, 02 Oktober 2018
Hidupku, Masa depanku
Hidup adalah pilihan
Pilihan bisa kita pilih secara bebas
Sesuai apa yag kita butuhkan dan inginkan
Dan jalanmu hari ini
Adalah kunci penentu masa depanmu
Apa yang kau kerjakan sekarang
Dapat menentukan esok
Bagaimana kau nanti,
Bagaimana masa depanmu kelak
Apa yang kau lakukan sekarang?
Masa depanmu, di tanganmu
Pilihan bisa kita pilih secara bebas
Sesuai apa yag kita butuhkan dan inginkan
Dan jalanmu hari ini
Adalah kunci penentu masa depanmu
Apa yang kau kerjakan sekarang
Dapat menentukan esok
Bagaimana kau nanti,
Bagaimana masa depanmu kelak
Apa yang kau lakukan sekarang?
Masa depanmu, di tanganmu
Masa depan beraneka ragam
Semua tergantung dari yang ada
Semua tergantung apa yang kau kerjakan
Semua tergantung dari yang ada
Semua tergantung apa yang kau kerjakan
Memang masa depan bisa ditunggu
Atau bisa dihampiri
Itu semua adalah pilihan
Tentu masa depan milik orang yang berusaha
Itu semua adalah pilihan
Tentu masa depan milik orang yang berusaha
Lakukan rutinitas sewajarnya
Karena itu bisa tentukan esokmu
Masa depan jangan hanya dipikirkan
Jangan hanya dirancang
Tapi gapai apa yang sudah dirancang
Jalani apa yang sudah terjadwal
Jangan berhenti ketika terjatuh
Jangan menangis ketika tertusuk
Kita pikirkan masa depan
Karena masa depan adalah hidup kita kelak
Sisa hidup kita,
Ada di tangan kita
(Bonus Quote)
Dikala lampu mati,
Gelap.
Tetapi hatimu akan tetap bersinar terang
Selalu bersinar
Kapanpun
Menemanimu
Menerangi gelapnya kala itu
Rabu, 12 September 2018
Think Twice is Important
Namaku Randy,
Randy Ramadhani. Seorang pelajar yang memiliki sejuta kisah yang bisa dikatakan
cukup asik, tetapi membuat masalah seringkali. Yap masalah pada saat itu,
karena diriku ini adalah seorang pelajar pasti kalian semua mengerti apa
masalahku, yaitu tentang kisah asmaraku pada masa lalu, yang teramat sangat
mengganggu pikiranku. Harapanku hanya satu, yaitu bisa melupakan masalah ini
yang kerap menggangu pikiranku.
Aku sekarang duduk
di bangku SMA kelas X jurusan IPA, bukan SMA biasa karena ini adalah salah satu
SMA Favorit di daerahku ini. Aku akan menceritakan sedikit kisah tentang masa
laluku ini.
Dialah Intan,
Intan adalah teman satu sekolahku yang memiliki rupa yang cukup membuat para
lelaki jatuh kepadanya. Intan adalah anak yang sangat pandai di sekolahku ini,
dia sering memenangkan berbagai lomba kejuaraan di bidang akademik, maupun non
akademik. Lombanya pun tidak setingkat kota/ kabupaten, melainkan nasional
bahkan sempat internasional, sangat handal dalam belajar dan juga melukis.
Bagaimana para lelaki tidak tertarik kepadanya??
Daya tarik Intan
membuat banyak sekali lelaki yang mendekatinya, meskipun Intan menganggap
mereka semua teman, tetapi tetap saja para lelaki tersebut menyatakan rasa yang
ia pendam kepada Intan walaupun Intan selalu menolaknya. Aku adalah seseorang
yang biasa saja dengan Intan, tidak ada rasa ketertarikan. Sama sekali tidak
ada.
Waktu berjalan,
aku mempersiapkan diri untuk ujian. Aku pun menjalankan ujian tanpa adanya
hambatan apapun karena semua yang di ujiankan adalah materi yang ku catat di
buku catatan. Tidak lupa juga dengan jujur dan berdoa. Akupun naik ke kelas XI, dan dii kelas XI
ini, segalanya dimulai.
Cerita ini dimulai
disaat aku naik ke kelas XI, karena aku sekelas dengan Intan. Teman temanku
menyoraki diriku, berkata “Beruntung sangat kau Ren, bisa sekelas sama
primadona sekolah” namun aku membalas dengan tatapan malas karena bosan
mendengarkan kata kata itu setiap hari, karena yaa memang aku tidak ada apa apa
dengan Intan. Aku tidak tertarik dengannya.
Pada saat sekolah,
aku menjalani hari hariku dengan biasa saja seperti keseharianku pada saat
kelas X yaitu belajar, mengerjakan tugas bersama dengan sahabat sahabatku,
bermain game dan yang lain. Tanpa adanya sesuatu yang menggangguku.
Namun suatu
ketika, Intan memanggilku layaknya sudah seperti sahabatku sendiri. Ia
menyapaku dengan nama panggilan yang biasa digunakan oleh sahabatku yaitu
“Ren.” Karena orang yang baru pertama kali mengenalku memanggilku dengan sebutan
“Rama.”
Akupun menoleh,
melirik Intan dan bertanya “Ada apa?” dan dia menjawab “Kita sekelas, tapi kita
belum kenalan.” Akupun akhirnya berkenalan dengannya, dan aku bertanya
bagaimana cara dia mengetahui namaku. Tetapi dia hanya menjawab kalau dia sering
melihat diriku saat kegiatan ekstrakurikuler.
Hari demi hari,
bulan demi bulan aku jalani di sekolah, Intan makin hari makin dekat denganku
dengan beralasan ingin menjadi sahabatku. Namun aku meng-iyakannya saja, karena aku ini orangnya cukup cuek, kurang peduli
tentang asmara. Kurang peduli bukan berarti aku tidak berpengalaman, aku juga
berpengalaman jatuh cinta sebelumnya namun itu membuatku resah dan aku tidak
ingin mengulanginya lagi, sehingga saat ini aku kurang peduli.
Namun, Intan selalu
ingin dekat denganku, melakukan aktivitas di sekolah bersama denganku,
mengerjakan tugas denganku, dan bahkan bermain game bersamaku. Lama kelamaan, aku memiliki perasaan yang berbeda
dengannya, seperti tidak lagi seorang sahabat. Aku merasa kalau kita lebih dari
sahabat, aku pun tertarik dengan pesonanya Intan, keunggulannya dalam bidang
akademik dan non akademik, dan juga perhatian yang diberikannya kepadaku
membuatku makin tertarik dengannya.
Dia menarikku ke
dunianya, dia menunjukkan rasa ketertarikannya kepadaku sejak awal aku kenal
dengannya. Tetapi diriku saja yang kurang peka dan memerhatikan gerak geriknya.
Dia membuatku lupa
akan masa laluku, membuat ku melupakan rasa sakit yang ku alami dulu. Dia
membuatku melupakan resiko memiliki hubungan dengan seseorang. Namun aku juga
telah terlarut dengan sikapnya sehari hari, yang makin hari makin perhatian
denganku. Dia makin menunjukkan ketertarikannya padaku sehari hari.
Tanpa berpikir
panjang akan resiko yang bisa ku terima nantinya, akupun akhirnya memutuskan
untuk memilikinya.
Akupun menyatakan
perasaan ku kepadanya, dan diapun menerima perasaanku dengan tulus. Aku sangat
senang sekali bisa memiliki seorang pasangan yang multi-talented. Hari demi hari kita menjalaninya dengan penuh suka
duka yang kami alami bersama sama tanpa terpisahkan.
Namun, ujian
tengah semester pun sudah dekat. Akupun menjalaninya dengan belajar bersama
dengan Intan, mengerjakan latihan soal bersama sama. Tetapi pada saat ujian
dimulai, aku justru terlarut memikirkannya yang seharusnya aku fokus pada
ujian. Aku ingin menghilangkan pikiran ini, namun sama sekali tidak bisa.
Seperti sudah terikat dengan hidupku, yang tidak dapat diubah lagi.
Alhasil nilaiku
pun menjadi menurun, dan nilainya pun juga menurun. Aku pun bertekad untuk
tidak melanjutkan hubungan ini lagi, karena aku mengincar PTN yang ku inginkan,
aku ingin nilai bagus.
Tetapi,
meninggalkannya itu susah bagiku. Aku sudah terlarut, tertarik di dalam
dunianya sudah seperti tidak dapat keluar dari dunia itu. Setelah ujian ini,
makin banyaak tugas yang diberikan oleh guru di sekolahku. Aku mengerjakannya
sendiri, tanpa Intan karena aku ingin pekerjaan ini menjadi lebih cepat dan
mendapatkan istirahat yang cukup.
Namun Intan
bersikeras untuk menelponku, padahal aku sudah menjelaskan bahwa aku ingin
fokus belajar dan mengerjakan tugas. Tetapi tidak di dengarkan, malah makin
menjadi. Ya akhirrnya akupun emosi dengannya, membuatku menyesal berhubungan
dengan orang lagi. Akupun berpikir dan akhirnya aku memutuskan Intan, aku tidak
lagi bersama dengannya.
Intan terkejut
mendengar aku tidak ingin dengannya lagi, namun aku sudah tidak peduli lagi.
Dia sekarang di mataku hanyalah sebagai teman, tidak lebih. Dan aku pun
meninggalkannya. Memang pasti para teman temanku berkata aku tiddak setia, aku
laki laki yang mempermainkan hati seorang perempuan, aku laki laki yang tidak
bersyukur, atau bla bla bla. Tetap saja aku tidak akan peduli satupun dengan
kata kata mereka, karena aku yakin mereka yang berkata seperti itu belum
memiliki pengalaman tersendiri, belum pernah merasakan bagaimana rasanya
terikat oleh pasangan, suka dukanya memiliki pasangan.
Semenjak aku tidak
bersama Intan, nilaiku menjadi naik. Makin fokus dan sahabatku bertambah banyak,
tanpa memandang gender. Dan Alhamdulillah, aku menjalani tes kenaikan kelas
dengan lancar ditambah juga nilai bagus.
Dan beban
pikiranku juga menghilang, jadi lebih reda. Dan dari sini aku bertekad untuk
tidak berpasangan dengan siapapun karena menurutku itu hanya mendatangkan
masalah di saat yang akan datang nanti.
Ada saat dimana
kita harus mengontrol keinginan kita, kita harus bersabar. Memang terasa
seperti sayang sekali, kapan lagi?? Namun tolong di kontrol dan bersabar,
karena kita jika ingin melakukan sesuatu harus berpikir dua kali, terlebih lagi
resiko yang akan kita hadapi kelaknya nanti.
Ingatlah, semuanya akan indah pada waktunya. Ada saatnya sendiri. Yang perlu kita lakukan hanyalah bersabar dan mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pendapat tentang ldks
LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), menurut saya ldks itu sangat membantu saya membangun dan melatih mental saya untuk kehidupan di masa...