Suatu kali, ada seekor kucing dan seekor
rubah yang melakukan perjalanan bersama-sama. Sambil berkelana, mereka
sama-sama berburu tikus ataupun ayam yang gemuk di sana-sini, dan setiap makan,
mereka sering mengobrol sambil berdebat. Dan terkadang perdebatan mereka
membuat salah satunya marah.
"Kamu pikir kamu pandai sekali
ya?" kata sang Rubah. "Ataukah kamu hanya sok tahu? Karena saya
merasa, saya lebih banyak mengetahui trik-trik dibandingkan kamu!"
Sang Kucing pun membalas dengan nada
marah, "Saya mengaku, saya hanya menguasai satu trik, tetapi dengan satu
trik ini, terus terang saya katakan, bernilai seribu kali lebih baik daripada
trik-trikmu!"
Tidak
berapa lama, mereka mendengarkan terompet pemburu dan gonggongan anjing
pemburu. Dalam sekejap, sang Kucing memanjat ke atas pohon dan bersembunyi di
antara daun-daunan yang lebat.
"Inilah trik saya," katanya
kepada sang Rubah. "Sekarang perlihatkan padaku trik-trikmu yang
berharga."
Walaupun sang Rubah memiliki banyak
rencana untuk meloloskan diri, ia tidak dapat menentukan rencana dan trik yang
mana akan dicobanya terlebih dahulu. Saat anjing pemburu telah dekat, ia
mencoba menghindar kesana-kemari. Kemudian ia mempercepat larinya, lalu
bersembunyi masuk ke dalam lubang, tetapi semuanya sia-sia. Anjing-anjing
pemburu itu berhasil menangkapnya.
Sejak hari itu, sang
Kucing berburu sendirian karena rubah tak lagi bersama dengannya. Sang Rubah
tidak pernah terlihat lagi semenjak kejadian tersebut.
Jadi pembelajaran
yang dapat kita teladani dari dongeng kucing dan rubah ini adalah
Satu
hal yang bersifat praktis selalu lebih berharga dibandingkan kecerdasan yang
tidak digunakan dengan baik.
Jangan
pernah sombong terhadap apa yang kita miliki, karna nanti cepat atau lambat
kita akan mendapatkan balasannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar